Lapas Kelas IIA Bukittinggi kembali mengadakan penyuluhan dan pengecekan penyakit HIV serta cara pencegahannya

oleh -371 Dilihat
oleh

Bukittinggi (SUMBAR)

Lapas Kelas IIA Bukittinggi kembali mengadakan penyuluhan dan pengecekan penyakit HIV serta cara pencegahannya.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, dengan Pemateri Konselor Ners.Nining Wahyuni.S.Kep, didampingi juga oleh Petugas Kesehatan Klinik Pratama Lapas Kelas IIA Bukittinggi.

Kalapas Bukittinggi Herdianto, Amd, IP, SH, M. Si , Rabu (16/10/2024) menjelaskan kegiatan penyuluhan kesehatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas IIA Bukittinggi, dalam rangka memberikan jaminan kesehatan bagi Warga Binaan.

Baca Juga :  Lapas Muara Enim Hadiri Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H / 2025 M

Herdianto juga menegaskan bahwa Lapas Bukitinggi terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada Warga Binaan, tidak hanya berkaitan dengan program pembinaan Kepribadian dan ketrampilan juga, tetapi juga di bidnag kesehatan, karena kondisi kesehatan Warga Binaan adalah salah satu hal terpenting agar Warga Binaan merasa sehat, aman, nyaman dan dapat mengikuti Program Pembinaan di Lapas dengan sebaik-baiknya.

“Seluruh Warga Binaan yang baru pindah ke Lapas Kelas IIA Bukittinggi dan Tahanan dikumpulkan di aula Lapas guna diperiksa kesehatan dan diberikan penyuluhan tentang bahaya penyakit HIV juga bagaimana cara hidup sehat kedepannya lagi ” tambah Kasibinadik Nova Herman, SH.

Baca Juga :  Kanwil Ditjenpas Sumsel Gelar Entry Meeting Pemeriksaan BPK RI Atas Laporan Keuangan Tahun 2025

“Dalam pemeriksaan melalui tes darah Warga Binaan yang baru pindah dan Tahanan di Lapas Bukittinggi Alhamdulillah tidak ada terinfeksi penyakit HIV dan dalam penyuluhan kali ini juga disampaikan setiap ada keluhan penyakit apapun harus cepat berobat ke Klinik Lapas Kelas IIA Bukittinggi” pesan NS.andika caisar, S.Kep

“Hidup sehat sangat penting dilakukan supaya bisa terhindar dari semua penyakit termasuk HIV, jauhi sex bebas, jangan gunakan jarum suntik bekas karena bisa terinveksi HIV” jelas Nining wahyuni.S.Kep.

Baca Juga :  Sukseskan Program "Pengabdian Imipas Untuk Negeri", Lapas Kelas I Palembang perbaiki masjid As-Saff

Sementara dr Wati mengatakan bahwa penyakit HIV tidak mudah menular, sehingga tidak perlu menjauhi/mengucilkan pasien yang terkena HIV. Sebaliknya kita harus merangkul mereka dan memberikan motivasi dan semangat untuk bisa sembuh.

“Setiap penderita penyakit HIV akan diupayakan terus pengobatannya dengan membawa penderita ke Rumah Sakit di luar Lapas” pungkasnya. (Abdl)

No More Posts Available.

No more pages to load.