Cerita Dimas Warga Binaan Lapas Kelas IIB Muara Enim, Dahulu Tak Bisa Baca Al Quran, Sekarang jadi Guru Ngaji

oleh -173 Dilihat

Gerakrakyat.com, Muara Enim – Menjadi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Enim tampaknya tidak terlalu disesali oleh Dimas Andian Guta (38). Sebab, berada di dalam Lapas menjadi titik balik Dimas lebih mengenal agama dan merubah perilaku menjadi lebih baik.

Warga Prabumulih yang divonis 10 tahun penjara pada 2016 lalu terkait kasus narkoba itu. Kini menjadi sosok yang jauh lebih sopan, tenang dan rajin beribadah. Dibandingkan dahulu yang merupakan seorang pengedar dan pemakai narkoba, bahkan Dimas sempat sakau saat masih berada di dalam sel tahanan Polres Muara Enim.

Bahkan, saat ini Dimas yang sebelumnya tidak dapat membaca mengaji, sekarang telah khatam atau selesai membaca Al Quran. Sebagai bentuk apresiasi atas kerja kerasnya, Dimas saat ini didaulat menjadi guru ngaji untuk para narapidana di Lapas Kelas IIB Muara Enim.

Baca Juga :  Implementasikan Permenkumham No.7 Tahun 2022, Rutan Kelas IIB Banda Aceh menggelar Sidang TTP bagi Warga Binaan Pemasyarakatan

“Sebelum menjadi warga binaan Lapas Kelas IIB Muara Enim, saya tidak bisa membaca al-Quran dan jauh dengan ibadah. Waktu itu saya dengan Alif satu batang itu saja tidak kenal, apalagi harus membaca ayat suci itu,” ujar Dimas

Selama di lapas ini, lanjut Dimas, berkat bimbingan dan arahan dari pengurus dan petugas Lapas dirinya berangsur-angsur mempelajari al-Quran. “Awalnya dulu, saya dibimbing mempelajari Iqro’ setiap hari, saya belajar dengan bimbingan para petugas dan pengurus pesantren,” kata dia.

Tiga bulan berlalu, Dimas yang merupakan lulusan Amd Teknik Informatika di salah satu kampus ternama di Sumsel ini, mengatakan, usai menamatkan membaca Iqro, dirinya meningkatkan kemampuan dengan belajar membaca Al Quran.

“Aku menyebutnya hidayah, semula dari tidak bisa baca Al-Quran bahkan kenal Alif saja tidak tapi kini, alhamdulillah saya sudah sampai di tahap ini, mengajari yang lain membaca Al-Quran. Kepada Allah, saya mengucap syukur yang luar biasa, masih diberi kesempatan untuk menikmati berkah hidayah-Nya, hingga sampai di titik ini,” beber dia.

Baca Juga :  Karutan Jakarta Pusat Serahkan Remisi Waisak kepada Warga Binaan Beragama Budha

Selain mengajar baca Al-Quran, Dimas juga mengurus pesantren Madrasah Diniyah Takmiliyah al-Istiqomah di dalam Lapas. “Sampai hari ini sudah enam gelombang yang ikut berlatih bersama, dari sekian banyak santri yang ada saya sudah menyiapkan 6 orang warga binaan yang sudah siap melanjutkan pengajaran, apabila saya sudah bebas nanti,” ujarnya.

Dikatakannya, ketika keluarga mendengar aktifitasnya selama di Lapas ini, hingga bisa mengaji, mereka sangat terharu dan bahagia, bahwa keadaan dan hidayah telah membuat segalanya berubah.

Ditanyai mengenai kebebasannya kelak, dirinya sudah mendapat remisi 1 tahun, kelak jika sudah bebas, kata Dimas, dirinya ingin benar-benar istiqomah seperti nama pesantren Lapas yang sudah membinanya selama ini. “Kelak jika sudah menghirup udara bebas, saya akan mengabdikan diri untuk terus berjalan di jalan yang lurus ini” ungkapnya.

Baca Juga :  Lakukan Monitoring, Tim Ditjenpas RI Lakukan Pengecekan dan Pencatatan Senjata serta Amunisi di Rutan Banda Aceh

Kalapas Muara Enim Herdianto melalui Kasi Binadik Giatja Taufik mengatakan, ada banyak kegiatan bina rohani yang diselenggarakan disini, seperti adanya pesantren warga binaan Pesantren Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Istiqomah.

Selebihnya, di bulan Ramadan ini, Lanjut Taufik, ada juga program warga binaan yaitu ‘one day one juz’ setiap hari mereka dibantu para pembimbing dan pengurus dalam kegiatan tadarus al-Quran.

“Malam hari, di lapas ini juga diselenggarakan ibadah shalat taraweh seperti pada umumnya, juga di waktu subuh ada kegiatan kultum dan bina rohani warga binaan, semoga di bulan suci ini, keimanan dan ketaqwaan kita semakin meningkat dan bertambah,” tandas dia

No More Posts Available.

No more pages to load.