
Banyuasin, 14 Januari 2026 —
Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian, tetapi gerakan bersama seluruh elemen bangsa. Dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan, Pemasyarakatan Indonesia menunjukkan kontribusi nyatanya melalui kegiatan Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan yang digelar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan Erwedi Supriyatno bersama jajaran mengikuti kegiatan nasional tersebut secara virtual melalui Zoom Meeting. Untuk wilayah Sumatera Selatan, panen raya dipusatkan di Lapas Kelas IIA Banyuasin dan turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banyuasin serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Sumatera Selatan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dan diikuti oleh seluruh UPT Pemasyarakatan se-Indonesia sebagai wujud komitmen kuat pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Tanpa inovasi dan pemberdayaan berkelanjutan, pembinaan kemandirian warga binaan berisiko berjalan stagnan dan tidak memberikan dampak luas.

Di Sumatera Selatan, panen raya melibatkan beragam komoditas hasil pembinaan warga binaan, mulai dari sektor pertanian seperti kangkung, jagung, dan sawi, hingga sektor peternakan dan perikanan, salah satunya panen ikan lele yang dilaksanakan langsung di Lapas Kelas IIA Banyuasin. Hasil ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian mampu melahirkan produktivitas yang bernilai dan berdaya saing.

Selain panen, Kakanwil Ditjenpas Sumsel bersama Forkopimda Banyuasin juga meninjau greenhouse melon belanda yang dikelola Lapas Banyuasin. Tanaman tersebut diproyeksikan siap panen pada Februari 2026 dan akan menjadi model pengembangan pertanian modern di lingkungan pemasyarakatan. Ke depan, Kanwil Ditjenpas Sumsel merencanakan panen raya melon belanda secara serentak di seluruh UPT Pemasyarakatan se-Sumatera Selatan sebagai penguatan program kemandirian berbasis pertanian produktif dan berkelanjutan.
Program ketahanan pangan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi, meningkatkan keterampilan warga binaan, serta menghadirkan kontribusi nyata pemasyarakatan dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional.
Pemasyarakatan tidak hanya membina, tetapi juga berkontribusi. Mari dukung pembinaan kemandirian yang produktif demi ketahanan pangan Indonesia yang berkelanjutan.

