Debu BatuBara Resahkan Warga Pasar 1 Muara Enim

oleh -371 Dilihat

GERAKRAKYAT.COM, Angkutan batubara kembali membuat resah warga Kelurahan Pasar 1 Muara Enim Kabupaten Muara Enim. Pasalnya, batu bara yang di angkut oleh Kereta Api Babaranjang yang mempunyai gerbong puluhan itu telah mengakibatkan debu-debu batubara berterbangan kerumah warga.

Ditambah lagi kecepatan kereta pengangkut batu bara dan tidak adanya penutup gerbong yang mengakibatkan debu berterbangan kekawasan penduduk. Keberadaan PT KAI dengan mengangkut ratusan ton batu bara tersebut, disebut-sebut telah bekerja sama dengan pihak PT. BA Tbk Tanjung Enim dalam mengembankan proyek angkutan batu bara lewat jalur kereta api.

Namun, sayangnya dengan adamya angkutan batu bara lewat kereta api babaranjang yang melintasi kawasan padat pemduduk tersebut, tidak didukung sarana yang maksimal.

Baca Juga :  Gaet Instruktur Handal, Lapas Muara Enim Kemenkumham Sumsel Berikan Pelatihan Pembuatan Karangan Bunga bagi Warga Binaan

Salah satu warga Kelurahan pasar 1 Muara Enim, mengungkapkan bahwa adanya kereta babaranjang yang mengangkut batu bara tersebut, sebetulnya telah mengakibatkan polusi udara yang disebabkan debu batubara berhamburan.

“Ngebut nian kereta babaranjang pengangkut batu bara ini , debu-debu dari gerbong berhamburan kekawasan kami,” cetus Yanto (45).

Hal sama ditegaskan ketua RT 01 kelurahan pasar 1 Muara Enim Efriansyah, bahwa adanya kegiatan angkutan batu bara dari gerbong kereta api babaranjang telah mengakibatkan adanya debu-debu batu bara berterbangan dan polusi udara melanda kawasan kampung kami.

Lanjutnya, adanya debu mengotori kawasan dan rumah warga selama ini tentunya kita protes kepada pihak terkait maupun perusahaan yang terlibat dalam operasional pengangkutan batu bara di gerbong kereta babaranjang itu.

Baca Juga :  Touring Bersama Persatuan Trail Adventure Pengayoman (PTAP) Kemenkumham RI, Kalapas Muara Enim Herdianto Trabas Lima Kabupaten.

“Debu batu bara berterbangan dari gerbong kereta yang tidak ditutup, harusnya gerbong kereta ditutup agar debu tidak mengotori kawasan kampung kami.

“Kami protes dan mempertanyakan kepada pihak yang terlibat proyek pengangkut batu bara tersebut, agar mempunyai sisi kemanusian karena menyangkut kesehatan warga,” ungkap nya.

Salah satu pedagang makanan diikawasan pinggiran rel kereta api tersebut juga mengeluhkan kondisi ini karena adanya debu batu bara berterbangan tersebut, sejumlah makanan jualannya menjadi kotor karena berdebu.

“Lah jualan sepi musim corona pulo ditambah lagi debu batu bara terbang kemano-mano tentunya sang pembeli laju sepi,” keluh Abdul dan istri sang pejual gorengan itu.(08/08).

Baca Juga :  Semangat Persatuan, Warnai Perlombaan Warga Binaan Lapas Muara Enim Semarak Peringatan HUT RI dan HDKD Ke - 77 Tahun

Pantauan media ini dilapangan kereta api babaranjang pengangkut batu bara itu memang melintas pada jam-jam tertentu namun yang membuat mirisnya dikarenakan KA Babaranjang batu bara tersebut, melintasi kawasan penduduk cukup lama karena panjangnya gerbong hingga mencapai panjang beberapa kilo meter dengan kapasitas muatan ratusan ton.

Belum ada pihak yang terkait bisa dikonfirmasi guna meminta tanggapan dan pertangung jawaban atas adanya debu-debu mengotori kawasan penduduk , kuat dugaan pihak PTBA dan PT KAI disebut-sebut telah bermitra dalam proyek pengangkutan batu bara yang di ekspor itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.