Kegiatan Pendidikan Agama Islam di Lapas Bukittinggi: “Bencana Datang Hasil dari Perbuatan Manusia”

oleh -31 Dilihat
oleh

Kegiatan Pendidikan Agama Islam di Lapas Bukittinggi: “Bencana Datang Hasil dari Perbuatan Manusia”

Bukittinggi, 18 Mei 2024 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi kembali menggelar kegiatan pendidikan agama Islam bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dengan tema “Bencana Datang Hasil dari Perbuatan Manusia,” kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga alam dan lingkungan sesuai dengan ajaran agama Islam.

Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan WBP ini dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang terkait dengan penjagaan alam dan lingkungan. Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang dibawakan oleh Ustadz Yusman, seorang penceramah terkenal dari Kota Bukittinggi. Dalam ceramahnya, Ustadz Yusman menekankan bahwa bencana alam yang sering terjadi, seperti banjir, longsor, dan gempa bumi, tidak lepas dari perilaku manusia yang merusak lingkungan.

Baca Juga :  Minimalisir penyebaran Scabies, Lapas Sukabumi Gelar Penyuluhan Program Lapsmi Berseka

“Allah SWT telah menciptakan alam ini dengan sempurna, namun manusia sering kali lalai dan merusak keseimbangan alam. Akibatnya, bencana alam pun terjadi sebagai peringatan bagi kita semua,” ujar Ustadz Yusman. Ia mengajak para WBP untuk merenungi perbuatan mereka dan mulai bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan, baik saat berada di dalam lapas maupun setelah bebas nanti.

Kepala Lapas Bukittinggi, Bapak Herdianto juga menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari pembinaan moral dan spiritual bagi WBP. “Kami berharap melalui pendidikan agama ini, para WBP dapat lebih memahami dampak dari tindakan merusak alam dan dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” kata Bapak Herdianto.

Baca Juga :  Rutan Kelas IIB Banda Aceh Sosialiasi terkait Pendataan WBP yang kurang mampu terkait Bantuan dari Baitul Mal Aceh

Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada ceramah saja, tetapi juga dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara WBP dan penceramah. Para WBP diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman mereka terkait dengan tema yang dibahas. Salah satu WBP, Rahmat, mengaku bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat baginya. “Saya jadi lebih sadar bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab kita sebagai manusia. Semoga setelah keluar nanti, saya bisa berbuat lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penguatan Tupoksi Pengamanan oleh Kadiv Pemasyarakatan, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Sukabumi siap berkontribusi positif

Sebagai penutup, kegiatan ditutup dengan doa bersama agar diberikan kekuatan dan kesadaran untuk selalu menjaga alam dan lingkungan. Kegiatan pendidikan agama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi WBP dalam menjalani kehidupan mereka di masa depan.

No More Posts Available.

No more pages to load.