Kegiatan Pendidikan di Dalam Lapas: Inovasi Layanan Perpustakaan untuk Menciptakan Kesempatan Belajar Lebih Baik bagi Narapidana di Lapas Bukittinggi

oleh -168 Dilihat

HumasLabukti – Lapas Bukittinggi menghadirkan inovasi dalam program pendidikan dengan memperkenalkan layanan perpustakaan yang bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi narapidana di dalam penjara. Melalui perpustakaan, para narapidana diberikan akses kepada berbagai bahan bacaan dan sumber pengetahuan untuk meningkatkan keterampilan literasi dan pengetahuan mereka. Rabu, 28 Februari 2024

 

Program perpustakaan di Lapas Bukittinggi tidak hanya menyediakan koleksi buku-buku bermutu, tetapi juga melibatkan berbagai kegiatan yang mendukung proses pembelajaran. Para narapidana diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti kelompok belajar dan pelatihan keterampilan membaca dan menulis.

Baca Juga :  Pertahankan Sertifikat Laik Hygene, Dapur Sehat Lapas Muara Enim Kedatangan Tim Survei dari Dinkes Muara Enim

 

“Melalui layanan perpustakaan ini, kami berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memberikan kesempatan kepada narapidana untuk terus mengembangkan diri mereka meskipun berada di dalam Lapas. Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk perubahan positif dalam hidup mereka,” ungkap Farhan salah satu petugas yang terlibat dalam program ini.

 

Selain itu, para narapidana juga didorong untuk mengambil bagian dalam proses pengelolaan perpustakaan, seperti pengelolaan inventarisasi buku, pelabelan, dan pencatatan peminjaman. Hal ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis dalam pengelolaan informasi, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap aset bersama.

Baca Juga :  Jaga Kesehatan Dan Kekompakan, Petugas Lapas Singkawang Gelar Jalan Santai Bersama

 

“Program perpustakaan ini sangat membantu saya untuk terus belajar dan mengembangkan diri, meskipun saya berada di dalam penjara. Saya merasa lebih bermakna dan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik,” ungkap Eri salah satu narapidana yang aktif menggunakan layanan perpustakaan.

 

Diharapkan, program perpustakaan ini akan terus dikembangkan dan dijadikan sebagai bagian integral dari program pendidikan di Lapas Bukittinggi. Melalui akses yang lebih baik terhadap pengetahuan dan pembelajaran, para narapidana akan memiliki peluang yang lebih besar untuk memperbaiki diri dan menjadi anggota yang konstruktif dalam masyarakat setelah masa pemasyarakatan mereka berakhir. *JR*

No More Posts Available.

No more pages to load.