Lapas Bukittinggi Mantapkan Langkah Menuju Paripurna! Teken PKS dengan Dokter Gigi dan Apoteker Demi Pelayanan Kesehatan Warga Binaan yang Berkualitas

oleh -335 Dilihat
oleh

Bukittinggi, 31 Oktober 2025 — Komitmen Lapas Kelas IIA Bukittinggi dalam menghadirkan layanan kesehatan terbaik bagi warga binaan terus menguat. Bertempat di ruang Kalapas, telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Bukittinggi dengan tenaga kesehatan profesional, yakni dokter gigi dan apoteker, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kalapas Bukittinggi Nanang Rukmana, Kasi Binadik, Kasubsi Bimaswat, serta para tenaga kesehatan, menjadi momentum penting dalam mewujudkan Lapas Bukittinggi sebagai satuan kerja yang berorientasi pada kesehatan, kesejahteraan, dan pembinaan menyeluruh bagi seluruh warga binaan.

Baca Juga :  Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Selatan memimpin langsung rapat persiapan kegiatan Indonesia Prison Art Festival (IPPA Fest)

Kalapas Bukittinggi, Nanang Rukmana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini tidak hanya memenuhi kebutuhan medis, tetapi juga merupakan langkah nyata menuju predikat Paripurna Akreditasi Klinik Lapas Bukittinggi.

> “Kami tidak ingin pelayanan kesehatan di lapas hanya bersifat formalitas. Warga binaan berhak mendapatkan perawatan yang bermartabat dan profesional. Inilah bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang kesehatan pemasyarakatan,” tegas Kalapas.

Baca Juga :  Wujudkan Lingkungan Lapas yang Nyaman, Kalapas Narkotika Muara Beliti Bersinergi dengan Dinas Perkim

Dengan adanya dokter gigi dan apoteker yang resmi menjalin kolaborasi, klinik Lapas Bukittinggi kini memiliki layanan yang semakin lengkap — mulai dari pemeriksaan gigi rutin, edukasi kesehatan mulut, hingga pengelolaan obat yang lebih tertata dan sesuai standar.

Langkah progresif ini menjadi bukti bahwa Lapas Bukittinggi tidak hanya fokus pada pembinaan mental dan kemandirian, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan sebagai pondasi utama pembinaan yang holistik.

Melalui sinergi lintas profesi ini, diharapkan seluruh warga binaan dapat menikmati layanan kesehatan yang setara dengan masyarakat umum, sehingga mereka dapat menjalani masa pembinaan dengan tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, dan semangat baru untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Kanwil Ditjenpas Sumsel Gelar Rapat Pemenuhan Data Dukung Zona Integritas menuju WBK dan WBBM

#Kemenimipas#SetahunBerdampak#ImipasSetahunBergerakBerdampak

No More Posts Available.

No more pages to load.