Lapas Kelas IIA Bukittinggi terus melaksanakan pembinaan kerohanian kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), salah satunya adalah Tata Cara Memandikan Jenazah

oleh -475 Dilihat
oleh

Bukittinggi (SUMBAR),

Penyelenggaraan Jenazah Fardu Kifayah hukumnya di dalam ajaran Agama Islam. Salah satu bagian dari Penyelenggaraan Jenazah adalah Memandikan Jenazah. Dengan demikian memandikan jenazah merupakan salah satu hal yang penting dan menjadi kewajiban bagi kita umat Islam. Namun saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui dan tidak mampu dalam memandikan jenazah.

Menyikapi hal tersebut maka Lapas Kelas IIA Bukittinggi terus melaksanakan pembinaan kerohanian kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), salah satunya adalah Tata Cara Memandikan Jenazah.

” Jadi kita di Lapas Kelas IIA Bukittinggi mempunyai Program Pembinaan Rohani, salah satunya WBP diajarkan memandikan jenazah. Ini juga bertujuan selain memberikan ketrampilan kepada WBP tentang penyelenggaraan jenazah juga untuk mengisi waktu luang WBP, sehingga waktu yang dijalankan tidak abis percuma tetapi bermanfaat minimal untuk diri sendiri dan keluarganya” jelas Kalapas Kelas IIA Bukittinggi Herdianto, Amd, IP, SH, M.Si, Selasa (05/11/2024)

Baca Juga :  Penuhi kebutuhan dasar warga binaan, Lapas Kelas I Palembang bagikan perlengkapan makan minum dan matras kepada warga binaan

“Pembinaan kerohanian ini juga sesuai aturan yang berlaku agar Warga Binaan selama menjalankan hukuman kurungan bisa mengikuti pembinaan-pembinaan, agar setelah keluar/bebas dapat menjalankan kehidupan di tengah-tengah masyarakat dengan lebih baik lagi” tambahnya.

Pembinaan Kerohanian yang dilaksanakan Lapas Kelas IIA Bukittinggi ini langsung bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi.

“Dalam Program Pembinaan Kerohanian kita bekerja sama dengan Kemenangan Kota Bukittinggi. Untuk hari ini diwakilinya oleh Penyuluh Kemenag Muhammad Rum” tambah Kalapas Herdianto.

Baca Juga :  Kalapas Muara Enim Hadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pejabat Manajerial dan Nonmanajerial di Lingkungan Kanwil Ditjenpas Sumsel

Dalam penjelasan Muhammad Rum menyampaikan Tata Cara Memandikan Jenazah mulai dari cara memandikan, mensucikan jenazah sampai ke cara memakai kain kafan.

” Semua diajarkan ke Warga Binaan, sehingga Warga Binaan mengetahui dan memahami serta bisa melaksanakan semua rangkaian memandikan jenazah termasuk juga membaca ayat atau do’a yang akan dibaca disaat memulai dan selama proses memandikan jenazah” kata Kasi Binadik Nova Herman, SH.

Pembinaan kerohanian memandikan jenazah merupakan salah satu program yang disukai oleh Warga Binaan.

Kegiatan kerohanian ini dilaksanakan di Masjid Lapas dan diikuti dengan tertib dan aman.

“Warga Binaan antusias mempelajari mandi jenazah juga doa yang di baca selama proses memandikan jenazah. Dengan adanya pembinaan ini maka Warga Binaan bisa lebih menyerap dan memahami arti kehidupan dan kematian yang sesungguhnya sehingga Warga Binaan bisa lebih menghargai kehidupan bermasyarakat kedepannya” kata Zulherman SH.MH.

Baca Juga :  Kalapas Bukittinggi Pimpin Rapat Internal Bersama Tim Efektif PKN Tingkat II Tahun 2025: Sinergi untuk Akselerasi Perubahan

Salah seorang Warga Binaan, Pak Man yang mengikuti kegiatan ini mengaku sangat senang dan berterima kasih atas Program Pembinaan Kerohanian yang diberikan oleh Lapas Bukittinggi.

“Banyak Warga Binaan yang menyukai program ini, karena selama ini banyak sekali Warga Binaan yang belum mengetahui/memahami tentang tata cara memandikan jenazah ini. Jadi ini menurut Saya sangat bermanfaat” tukasnya. (abdl/red)

No More Posts Available.

No more pages to load.