Mengaji Cepat Dan Tepat Dimulai, Kalapas Hadir Motivasi Peserta

oleh -510 Dilihat

BANYUWANGI – Program “ Mengaji Cepat dan Tepat “ dalam rangka menyongsong berdirinya Pondok Pesantren At-Taubah kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Banyuwangi Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur dengan Yayasan Alafkar Amalillah Surabaya perdana dilaksanakan hari Senin (06/06) di Masjid At-Taqwa Blok Timur Lapas Kelas IIA Banyuwangi.

Cuaca yang cerah dan sejuk mengiringi acara yang dimulai pada pukul 09.30 itu, dan dihadiri Kepala Lapas IIA Banyuwangi, Wahyu Indarto beserta jajarannya. Turut hadir pula pengasuh dan pembina Yayasan Alafkar Amalillah Surabaya, Habib Husien beserta santrinya. Sebanyak 62 orang Warga Binaan sudah berkumpul dan siap untuk menerima materi pembelajaran.

Baca Juga :  Lapas Muara Enim Raih Juara II dalam kegiatan Latihan bersama Futsal Semarak KTT G20

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Habib Husien di Lapas Banyuwangi ini lagi, tidak bosan-bosannya untuk bertatap muka demi Warga Binaan dan kelangsungan Program yang insyaAllah berkah dan mulia ini.

Hari ini adalah hari pertama kita akan melaksanakan Program Mengaji Cepat dan Tepat, saya berharap peserta menanamkan rasa semangat juang yang tinggi untuk menimba ilmu kepada pengasuh yang hadir nantinya“, sambut Wahyu.“

Tidak lupa pula saya secara pribadi dan institusi mengajak saudara-saudara Warga Binaan untuk selalu bersyukur terhadap Allah SWT karena masih bisa menginstrospeksi diri dan menuntut ilmu meskipun saudara-saudara Warga Binaan ada di Lapas. Tujuannya agar disaat saudara-saudara bebas nanti sudah siap untuk bermasyarakat kembali“, tambah Wahyu.

Baca Juga :  Warga Binaan Lapas Banyuwangi Gelar Sholat Ghoib dan Doa Bersama untuk Korban Gempa Cianjur

Habib Husien selaku pembina dan pengasuh juga turut memberikan sambutan kecil untuk memberikan semangat dan motivasi agar peserta terus konsisten mengikuti program ini serta tidak berhenti pada saat nanti di tengah-tengah masa pembelajaran berlangsung. Beliau juga ingin menghilangkan stigma negatif terhadap istilah “ Mantan Narapidana“. Beliau juga ingin mengajak Warga Binaan yang sudah bebas untuk bersama-sama mengajarkan ilmu yang sudah didapat, karena sejatinya sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang mengajarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an kepada sesamanya. (Humas Lapas Banyuwangi)

No More Posts Available.

No more pages to load.