Mengenal Budidaya Maggot Untuk Program Lapas Bukittinggi Produktif  

oleh -162 Dilihat

Mengenal Budidaya Maggot Untuk Program Lapas Bukittinggi Produktif

Bukittinggi – Lapas Kelas IIA Bukittiinggi kembali melakukan pengembangan kemandirian untuk warga binaannya dengan mengenalkan budidaya maggot dari pembibitan sampai layak untuk di pasarkan, Selasa(5/03/2024).

 

Maggot sendiri adalah larva/ulat yang dihasilkan dari serangga yang bernama black soldier fly (BSF). Dengan makanan sederhana seperti limbah organik kumpulan maggot dalam permeter persegi setiap harinya bisa menghabiskan sekitar 7-15 kg.

Baca Juga :  Pelaksanaan Shalat Jumat Berjamaah di Lapas Bukittinggi Membangun Spiritualitas dan Kebersamaan

 

Kegiatan pengenalan budidaya tersebut melibatkan narasumber dari Konsultan Ahli Mikrobiologi Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokma Lipas), yang bertempat di Aula Lapas Bukittinggi dan dihadiri jajaran pejabat struktural, pegawai Kegiatan Kerja, dan warga binaan yang memiliki bakat dan minat untuk membudidayakannya.

 

“Dengan adanya forum ini semoga bisa memberikan manfaat terhadap kebersihan karena mengingat maggot ini makanan utamanya adalah limbah organik” harap Fasni selaku Kasi Giatja.

Baca Juga :  Kanwil Kemenkumham Sumsel Terima Penghargaan Inovasi layanan Kekayaan Intelektual 2023

Faznijuga menuturkan jika program pembinaan budidaya maggot ini berhasil akan menjadi program unggulan serta pakan alternatif untuk budidaya peternakan yang ada di Lapas maupun masyarakat sekitar.

 

Lanjut ia menuturkan bahwa pemeliharaan maggot tidaklah sulit asalkan sesuai prosedur yang kami sampaikan agar potensi yang dihasilkan besar sehingga bisa membuka peluang bisnis ketika warga binaan nanti bebas.

 

Dia juga mengutarakan mengapa memilih Lapas Bukittinggi dikarenakan maggot memerlukan pertumbuhan dan berkembang biaknya diwilayah tropis dan memiliki iklim yang stabil.

Baca Juga :  LPKA Kelas I Palembang Ikuti Upacara Hari Bhakti Imigrasi Ke-74

Pada pertemuan ini selain dikenalkan pada warga binaan diajari cara pembibitannya dari telur sampai menjadi siap di pasarkan atau dikembangbiakkan serta siap di fasilitasi pemasarannya.

Nampak tak hanya warga binaan yang tertarik petugas di jajaran Giatja juga sangat antusias mengikuti materi tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.