Pembinaan Lapas Bukittinggi Fokus Pada Pengendalian Pandangan

oleh -282 Dilihat
oleh

Pembinaan Lapas Bukittinggi Fokus Pada Pengendalian Pandangan

Bukittinggi info Pas : Bertempat di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Bukittinggi, warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti kajian rutin Sabtu yang diisi oleh Ustadz Khairunnas dari Kemenag Bukittinggi. Kajian ini membahas tentang pentingnya menjaga pandangan dari fitnah wanita sesuai dengan ajaran Islam, Sabtu (14/9/24).

Dalam kajiannya, Ustadz Khairunnas mengutip QS An-Nur ayat 30-31 yang menegaskan perintah Allah untuk menjaga pandangan dan memelihara kemaluan.

Baca Juga :  Koordinasi Latsar CPNS Pemasyarakatan, BPSDMD Sumsel Pastikan Dukungan dan Akreditasi Pelatihan

“Kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT perlu menjaga pandangan, terutama bagi laki-laki. Jika pandangan kita tidak terjaga, hawa nafsu bisa menguasai kita, yang dapat memicu dosa lainnya.”

Kalapas Bukittinggi, Herdianto menyatakan, Kajian yang disampaikan oleh Ustadz Khairunnas sangat relevan bagi kami di Lapas Bukittinggi.

“Mengontrol pandangan adalah bagian penting dari pembinaan diri. Tanpa kontrol yang baik, pikiran dan perilaku bisa menjadi liar dan tidak terarah. Kami mendorong semua WBP untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Fokuslah pada hal-hal positif dan ikuti kajian serta pembinaan yang kami sediakan. Ini adalah langkah penting untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.”ujar Kalapas.

Baca Juga :  Tingkatkan Sinergitas, Kalapas Muara Enim Terima kunjungan dari Kejaksaan Pali

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Sumbar, Amrizal, mengungkapkan apresiasinya terhadap pelaksanaan pembinaan di Lapas Bukittinggi.

“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan kajian rutin yang diadakan di Lapas Bukittinggi. Pembinaan yang baik dan konsisten seperti ini dapat mempengaruhi perubahan positif pada perilaku warga binaan. Dengan pembinaan yang efektif, WBP akan lebih fokus pada peningkatan kualitas kepribadian mereka. Ini adalah langkah penting dalam proses reintegrasi mereka ke masyarakat nantinya.” ujar Kakanwil.

No More Posts Available.

No more pages to load.