Rutan Sambas Persiapan Kunjungan Tatap Muka Berikan Sosialisasi Kepada Warga Binaan

oleh -103 Dilihat

Sambas – Dalam rangka persiapan kunjungan tatap muka di lingkungan Rutan Kelas IIb Sambas, Kepala Rutan Sambas didampingi pejabat struktural bagian pelayanan memberikan sosialisasi penyesuaian mekanisme terhadap layanan kunjungan secara tatap muka dan kegiatan pembinaan yang melibatkan pihak luar kepada warga binaannya. Kamis/07-07.

Kepala Rutan Sambas, Priyo Tri Laksono menyampaikan bahwasanya sejak merebaknya pandemi Covid-19 di berbagai belahan dunia, khususnya Indonesia, pada awal tahun 2020, pemerintah Indonesia berupaya melakukan pencegahan penularan Covid-19. Termasuk dengan melakukan pembatasan kegiatan kunjungan dan pembinaan yang melibatkan pihak luar di Lapas/Rutan/LPKA.

Selanjutnya dengan memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19 yang telah menunjukkan tren menurun, maka Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengambil langkah strategis dengan mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-12.HH.01.02 TAHUN 2022 tentang penyesuaian mekanisme terhadap layanan kunjungan secara tatap muka dan kegiatan pembinaan yang melibatkan pihak luar di Lapas/Rutan/LPKA.

Baca Juga :  Rutan Sambas Maksimalkan Pelayanan Kesehatan Dengan Pemeriksaan HIV/AIDS Bagi WBP

” Hal ini untuk memastikan bahwa kegiatan kunjungan secara tatap muka dan pembinaan yang melibatkan pihak luar dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan dilaksanakan dengan memperhatikan kepentingan keamanan dan protokol kesehatan,” terang Karutan Sambas, Priyo.

Untuk penyelenggaraan layanan kunjungan secara tatap muka
dilaksanakan secara terbatas dengan ketentuan: Pengunjung merupakan Keluarga inti dari Narapidana/Tahanan/ Anak; Penasihat/kuasa hukum yang dibuktikan dengan surat kuasa; Perwakilan kedutaan besar/konsuler untuk Narapidana/Tahanan/Anak warga negara asing. Selanjutnya Setiap Narapidana/Tahanan/Anak hanya mendapatkan kesempatan menerima kunjungan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) minggu pada jam kerja. Pengunjung telah menerima vaksin ketiga yang dibuktikan dengan aplikasi Peduli Lindungi atau sertifikat vaksin.

Baca Juga :  Disambut gembira, Kalapas Muara Enim Kemenkumham Sumsel dan jajaran sosialisasikan penyesuaian Layanan Kunjungan secara tatap muka kepada WBP

Bagi pengunjung yang belum menerima vaksin secara lengkap, wajib menunjukkan rapid/swab antigen dengan hasil negatif atau surat keterangan tidak dapat menerima vaksin karena alasan kesehatan dari dokter instansi pemerintah.

Kemudian bagi Narapidana/Tahanan/Anak yang belum vaksin, kunjungan dilaksanakan secara virtual, sedangkan Kunjungan bagi Tahanan dewasa/Anak, diberikan setelah mendapatkan izin dari pihak yang menahan dan wajib memenuhi syarat sesuai yang diatas tadi.

Begitu juga dengan Penyelenggaraan kegiatan pembinaan yang melibatkan Pihak Luar dilaksanakan dengan ketentuan: Mitra/Stakeholder/Pihak terkait telah menerima vaksin ketiga
yang dibuktikan dengan aplikasi Peduli Lindungi, yang belum menerima
vaksin secara lengkap, wajib menunjukkan rapid/swab antigen
dengan hasil negative. Bagi Narapidana/ Anak yang belum menerima vaksin,
pembinaan yang melibatkan pihak luar dilaksanakan di dalam Lapas/Rutan/ LPKA.

Baca Juga :  Ketua DWP Lapas Muara Enim Ny. Hesti Herdianto ajak Ketua DWP Lapas Lubuk Linggau Ny. Hernani Imam Purwanto melihat Galeri Karya WBP dan Cafetaria Lapas Muara Enim

Lapas/Rutan/LPKA menyelenggarakan kegiatan pembinaan yang melibatkan pihak luar sesuai dengan syarat dan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan jadwal pembinaan yang melibatkan pihak luar maksimal 3 (tiga) kali dalam 1 (satu) minggu. Pelaksanaan pembinaan yang melibatkan pihak luar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

Kontributor: Rutan Sambas

No More Posts Available.

No more pages to load.