“Senin Segeh”: Inovasi Lapas Bukittinggi Wujudkan Kebersihan Lingkungan dan Ekonomi Berkelanjutan  

oleh -77 Dilihat

**HumasLabukti-** Lapas Kelas IIA Bukittinggi menghadirkan inovasi menarik yang diberi nama “Senin Segeh,” sebagai langkah strategis dalam memastikan kebersihan lingkungan dan merangsang ekonomi berkelanjutan di dalam lembaga pemasyarakatan. Dalam program ini, lapas menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, pengepul barang bekas, untuk mengelola sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual tinggi.

 

Setiap hari Senin, narapidana dan petugas lapas aktif terlibat dalam kegiatan “Senin Segeh” dengan fokus pada pemilahan dan pengumpulan sampah anorganik yang masih dapat didaur ulang, seperti botol plastik, kardus, kertas, dan bahan bekas lainnya. Sampah-sampah ini kemudian diserahkan kepada mitra kerja lapas, pengepul barang bekas, yang memiliki keahlian dalam mendaur ulang dan memanfaatkan kembali barang-barang tersebut.

Baca Juga :  Wujudkan ZI WBK/WBBM, Kalapas Muara Enim Herdianto Pimpin Penandatanganan Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Herdianto, menyatakan bahwa “Senin Segeh” tidak hanya memberikan dampak positif pada kebersihan lingkungan lapas tetapi juga memberikan peluang ekonomi kepada narapidana. “Kami melihat potensi besar dalam sampah anorganik yang masih dapat diolah kembali. Dengan menjalin kerjasama ini, kami tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir tetapi juga menciptakan peluang pekerjaan dan pembelajaran bagi narapidana,” ungkap Herdianto.

Baca Juga :  Lapas Muara Enim miliki museum mini Heritage of Enim wahana edukasi hukum dan sejarah pemasyarakatan. Akankah di buka untuk umum?

 

Pihak ketiga, pengepul barang bekas, turut memberikan pelatihan kepada narapidana terkait teknik daur ulang dan cara optimal untuk mengelola sampah anorganik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan narapidana dan memberikan pengetahuan baru yang dapat mereka terapkan setelah bebas.

 

“Senin Segeh” tidak hanya sebagai langkah proaktif dalam mendukung kebersihan lingkungan di dalam lapas, tetapi juga sebagai bentuk kreativitas dalam mengelola sumber daya yang ada. Program ini menjadi contoh positif bagi lembaga pemasyarakatan lainnya dalam menciptakan kegiatan berkelanjutan dan mendukung upaya pelestarian lingkungan serta pemberdayaan narapidana.

Baca Juga :  Alami Overcrowded, Lapas Muara Enim Pindahkan 58 Warga Binaan ke Lapas Lahat

 

Dengan inovasi “Senin Segeh,” Lapas Kelas IIA Bukittinggi menjelma menjadi lingkungan yang lebih bersih, berdaya, dan berwawasan lingkungan, merangkul konsep keberlanjutan yang tidak hanya menguntungkan narapidana tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem di dalam lapas.

No More Posts Available.

No more pages to load.