Tekan biaya produksi, WBP Lapas Bukittinggi olah pakan ternak dari limbah organik

oleh -30 Dilihat

Pada Selasa, 19 Desember 2023, Lapas Kelas IIA Bukittinggi menjalankan program inovatif dengan mengolah sampah organik dan sisa makanan di dalam Lapas menjadi pakan ternak. Langkah ini diambil dalam upaya untuk menekan biaya produksi pakan ternak dan sekaligus mengelola limbah organik secara efisien.

 

Dengan melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam proses pengolahan sampah menjadi pakan ternak, Lapas Bukittinggi dapat mereduksi pengeluaran untuk pembelian pakan ternak dari luar. Sebagai tambahan, program ini juga memberikan pelatihan keterampilan baru kepada para WBP dalam hal pengelolaan limbah organik dan proses pengolahan menjadi pakan ternak yang berkualitas.

Baca Juga :  DIREKTUR BIMBINGAN KEMASYARAKATAN DAN PENGENTASAN ANAK APRESIASI LANGKAH CEPAT KERJA SAMA RUTAN PADANG DENGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA PADANG DALAM PROGRAM PENDIDIKAN ANAK LUAR LPKA GUNA MENJAMIN HAK PENDIDIKAN ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM

 

Kepala Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Bapak Herdianto, menyatakan bahwa melalui program ini, pihak Lapas berharap dapat mengurangi biaya operasional dan sekaligus memberdayakan para WBP secara ekonomi melalui pemanfaatan limbah organik. “Kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi biaya produksi pakan ternak, tetapi juga membuka peluang bagi para WBP untuk belajar keterampilan baru serta berkontribusi dalam keberlanjutan lingkungan,” ujar Herdianto.

 

Proses pengolahan sampah organik menjadi pakan ternak melibatkan langkah-langkah seperti pemilahan, fermentasi, dan pengolahan lanjutan. Para WBP dilibatkan dalam setiap tahap proses tersebut, mulai dari pengumpulan sampah, pembersihan, hingga proses fermentasi, di mana mereka belajar untuk menghasilkan pakan ternak yang berkualitas dari sisa-sisa makanan dan sampah organik.

Baca Juga :  Pencanangan Zona Integritas, Kalapas Sukabumi: Pelayanan Publik harus meningkat

 

Diharapkan bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya konservasi lingkungan di dalam Lapas. Dengan memanfaatkan sisa makanan dan sampah organik menjadi pakan ternak, Lapas Bukittinggi dapat mengurangi jumlah limbah organik yang masuk ke tempat pembuangan akhir, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

 

Melalui langkah inovatif ini, Lapas Kelas IIA Bukittinggi menjalankan komitmen nyata dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab serta memberdayakan para WBP untuk menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan adanya program ini, diharapkan para WBP dapat mengembangkan keterampilan baru yang berguna bagi kehidupan mereka setelah kembali ke masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.